Berita  

Didampingi Bunda Harum, Rudy Mas’ud Hadiri Peluncuran 10 Karya Nyata Bahlil

Avatar photo
banner 120x600

Jakarta — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. bersama sang istri, Hj. Syarifah Suraidah atau yang akrab disapa Bunda Harum, menghadiri peluncuran dan bedah buku 10 Karya Nyata untuk Negeri di The Ballroom at Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Kehadiran Rudy Mas’ud bersama Bunda Harum menjadi bagian dari deretan tokoh nasional yang hadir dalam acara yang sekaligus menandai perayaan setengah abad usia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Acara tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan dihadiri sejumlah tokoh penting nasional, termasuk para tokoh Partai Golkar dan sejumlah figur yang selama ini memiliki perhatian terhadap agenda pembangunan serta transformasi ekonomi Indonesia.

Bunda Harum sendiri dikenal aktif mendampingi tugas Rudy Mas’ud sebagai kepala daerah. Selain menjalankan berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan, ia juga dipercaya mengemban sejumlah peran strategis, antara lain sebagai Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda dan Ketua Posyandu Kalimantan Timur. Ia juga tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar dan bertugas di Komisi VI DPR RI.

Sementara Rudy Mas’ud selain menjabat Gubernur Kaltim juga dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur serta Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2025–2029.

10 Buku, 10 Karya dan Inspirasi untuk Negeri

Usai menghadiri acara, Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran 10 buku karya Bahlil Lahadalia.

Menurut Rudy, buku-buku tersebut bukan sekadar catatan perjalanan hidup, tetapi juga memuat pengalaman, gagasan, pemikiran dan berbagai karya yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

Ia berharap karya tersebut dapat dibaca dan menjadi motivasi bagi anak-anak muda dari berbagai daerah untuk berani mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

“Buku karya nyata ini mudah-mudahan menjadi inspirasi buat seluruh pemuda-pemudi dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” ujar Rudy.

Rudy menilai perjalanan hidup Bahlil memberikan pelajaran bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang seseorang. Setiap orang memiliki kecerdasan dan talenta yang dapat dikembangkan melalui kerja keras dan proses yang konsisten.

Menurutnya, ada tiga hal penting yang dapat menjadi pegangan generasi muda untuk mencapai kesuksesan, yakni tekun dan konsisten, berani mengambil langkah, serta mau menjalani proses.

“Semua orang bisa sukses, semua orang bisa menjadi luar biasa dengan catatan pertama harus tekun dan konsisten, kedua berani, dan ketiga melalui proses,” tegasnya.

Karena itu, Rudy menyampaikan ucapan selamat kepada Bahlil atas usia ke-50 sekaligus peluncuran 10 karya yang dinilainya memiliki pesan penting bagi perjalanan pembangunan Indonesia.

“Selamat ulang tahun yang ke-50. Tetap menjadi inspirasi untuk negeri ini,” ucap Rudy.

Soroti Hilirisasi Sumber Daya Alam

Dalam kesempatan tersebut, Rudy Mas’ud juga memberikan perhatian khusus terhadap agenda hilirisasi yang menjadi salah satu tema penting dalam buku 10 Karya Nyata untuk Negeri.

Menurut Rudy, hilirisasi merupakan sebuah gagasan dan terobosan strategis yang dapat mengubah struktur ekonomi Indonesia dari sekadar negara pengekspor bahan mentah menjadi negara yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

Ia menilai kebijakan hilirisasi memiliki arti penting bagi daerah-daerah yang kaya sumber daya alam, termasuk wilayah Kalimantan.

“Berkaitan dengan hilirisasi ini sesuatu yang luar biasa, merupakan ide, gagasan dan terobosan yang sangat luar biasa,” kata Rudy.

Menurutnya, selama puluhan tahun Indonesia banyak mengandalkan ekspor komoditas dalam bentuk bahan baku. Dengan hilirisasi, sumber daya tersebut dapat diproses terlebih dahulu di dalam negeri sehingga menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

Rudy mencontohkan komoditas mineral seperti nikel dan emas yang kini semakin diarahkan untuk tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Ini tentunya sangat luar biasa, memberikan keuntungan tidak hanya berkaitan dengan produk ekstraktif dalam bentuk bahan baku, tetapi sudah diolah menjadi barang yang telah jadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, manfaat hilirisasi dapat memberikan efek berlipat bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri, hingga terbentuknya ekosistem ekonomi baru di daerah.

“Manfaat produknya luar biasa sekali. Bukan hanya 10–20 persen, tetapi bisa berlipat-lipat untuk kebermanfaatan buat bangsa Indonesia,” ujarnya.

Relevan bagi Transformasi Ekonomi Kaltim

Rudy menilai agenda hilirisasi memiliki relevansi kuat dengan arah pembangunan Kalimantan Timur, terutama di tengah transformasi ekonomi daerah dan pengembangan kawasan industri.

Sebagai salah satu provinsi dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, Kaltim memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas melalui pengolahan dan pengembangan industri di dalam daerah.

Menurut Rudy, transformasi tersebut harus terus diarahkan agar sumber daya alam tidak hanya memberikan manfaat melalui aktivitas ekstraksi, tetapi juga mampu menciptakan industri pengolahan, lapangan pekerjaan dan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Salah satu dari 10 buku yang diluncurkan Bahlil berjudul Hilirisasi Sumber Daya Alam Indonesia: Transformasi dan Mandat Konstitusi. Buku tersebut membahas pengalaman dan kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi, termasuk kebijakan penghentian ekspor bijih nikel dan kaitannya dengan transformasi ekonomi nasional.

Sementara buku lainnya mengangkat berbagai tema, antara lain kebijakan investasi dan hilirisasi sektor strategis, pembangunan Kawasan Industri Batang, pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle), refleksi kebijakan ekonomi, hingga perjalanan hidup Bahlil dari keluarga sederhana sampai berkiprah di pemerintahan.

Peluncuran 10 buku tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan lima dekade Bahlil Lahadalia. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional memberikan warna tersendiri bagi acara yang memadukan perayaan ulang tahun, peluncuran buku dan diskusi mengenai berbagai gagasan pembangunan Indonesia.

Bagi Rudy Mas’ud, pesan terpenting dari momentum tersebut bukan hanya tentang perjalanan seorang tokoh, tetapi bagaimana pengalaman dan karya dapat diwariskan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Ia berharap generasi muda Indonesia berani bermimpi besar, tekun mengembangkan potensi, berani mengambil peluang dan tidak takut menjalani proses panjang untuk mencapai keberhasilan.

“Sekali lagi, selamat ulang tahun yang ke-50 untuk Ketua Umum. Semoga tetap menjadi inspirasi untuk negeri ini,” pungkas Rudy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *