Jakarta – Ketua Dewan Penyantun Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Abraham Rudy Hartono, menghadiri Pembukaan Perayaan Imlek Festival 2577 bertema “Harmoni Imlek Nusantara” yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (22/02/26).
Perayaan ini menjadi momen bersejarah sebagai Imlek Nasional pertama di Indonesia yang diselenggarakan secara terbuka dan inklusif untuk seluruh masyarakat. Tahun ini terasa semakin istimewa karena perayaan Imlek beriringan dengan bulan Ramadan, mencerminkan simbol harmoni dan persatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh makna. Festival secara resmi dibuka dengan penabuhan bedug tradisional yang menjadi simbol kebersamaan lintas budaya, dilanjutkan dengan pertunjukan barongsai yang memukau ribuan pengunjung yang memadati kawasan Lapangan Banteng.
Turut hadir Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional, Irene Umar, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sekaligus Wakil Ketua Umum Panitia, Veronica Tan.
Dalam sambutannya, Irene Umar menegaskan bahwa Festival Imlek Nasional ini terbuka dan gratis untuk seluruh masyarakat. Bahkan, panitia menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi pengunjung yang memiliki KTP, termasuk pemeriksaan USG payudara dan serviks. Selain itu, tersedia pula booth donor darah dari PMI yang dibuka hingga pukul 18.00 WIB.
“Ini baru hari pertama. Delapan hari penuh dengan berbagai kejutan untuk menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika dan kekayaan Indonesia yang luar biasa. Berbeda-beda, kita tetap satu. Itulah indahnya Harmoni Imlek Nusantara di bulan Ramadan ini,” ujar Irene.
Festival yang berlangsung selama delapan hari ini menghadirkan beragam pertunjukan budaya seperti Barongsai, Liong, Fire Dance, Kolintang, Aniwayang, serta penampilan spesial Yun Jian ft. Saniyah. Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menikmati bazar kuliner, pameran seni dan kreatif, serta pembukaan Museum Terbuka yang menampilkan ragam kekayaan budaya Nusantara.
Kehadiran Abraham Rudy Hartono sebagai Ketua Dewan Penyantun PSMTI menegaskan komitmen PSMTI dalam mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan, pembauran, dan harmoni sosial di tengah masyarakat. Sebagai organisasi kemasyarakatan Tionghoa WNI yang berdiri sejak 28 September 1998, PSMTI terus berperan aktif di bidang sosial, budaya, dan kemasyarakatan sebagai wadah aspirasi serta pembauran etnis Tionghoa dengan seluruh komponen bangsa dalam membangun NKRI.
Momentum Imlek Nasional 2577 ini menjadi simbol nyata bahwa Indonesia adalah rumah bersama. Perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan untuk memperkokoh persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.














