Jakarta — Ketua Steering Committee (SC) Kongres Luar Biasa (KLB) Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), Ansuri Toyin, menegaskan bahwa pelaksanaan KLB merupakan langkah konstitusional untuk menjaga marwah organisasi dan mengembalikan KOSTI pada khittah perjuangan tahun 2008.
Hal tersebut disampaikan Ansuri Toyin, yang juga mantan Ketua KOSTI DPW Sumatera Selatan, usai pembukaan Kongres Luar Biasa KOSTI di Gedung Juang, Jakarta, Sabtu (07/02/2026).
Menurutnya, tahapan awal KLB saat ini masih berupa pembukaan dan pengondisian forum. Proses pembahasan substansi kongres akan dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme yang telah disepakati.
“Hari ini baru pembukaan. Pembahasan yang lebih mendalam akan dilakukan pada tahapan berikutnya. Semua berjalan sesuai agenda dan mekanisme kongres,” ujar Ansuri Toyin.
Ia menjelaskan bahwa dalam proses kongres, SC berperan menjaga jalannya forum agar tetap tertib dan demokratis. Setiap aspirasi dari peserta akan didengar dan dihargai, meskipun tidak semua pihak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
“Kami menghargai setiap masukan. Kalau ada usulan atau pencalonan, tentu akan kita dengar dan nilai bersama, terutama sejauh mana mendapat dukungan dari komunitas di akar rumput,” jelasnya.
Ansuri Toyin juga menyampaikan bahwa dinamika organisasi merupakan bagian dari proses pendewasaan. Menurutnya, hasil akhir dari Kongres Luar Biasa akan diuji oleh kepercayaan anggota KOSTI di seluruh daerah.
“Pada akhirnya, yang menentukan adalah dukungan dari akar rumput. Siapa yang mampu menjaga marwah, merawat silaturahmi, dan kembali ke nilai dasar KOSTI, itulah yang akan mendapat tempat di hati warga,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama KLB bukanlah memperuncing perbedaan, melainkan mencari jalan terbaik bagi masa depan KOSTI agar kembali menjadi rumah besar yang mempersatukan seluruh pecinta sepeda tua di Indonesia.
Kongres Luar Biasa KOSTI diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan refleksi organisasi untuk meneguhkan kembali nilai persaudaraan, musyawarah, dan kecintaan terhadap warisan budaya sepeda tua.














