Berita  

ASPEBINDO Gandeng ISMI DKI Jakarta Wujudkan Pengelolaan Sampah Jadi Energi, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Avatar photo
banner 120x600

Jakarta – Asosiasi Pemasok Energi Bersih dan Terbarukan Indonesia (ASPEBINDO) menjalin kolaborasi strategis dengan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta untuk mempercepat implementasi sistem pengelolaan sampah menjadi energi secara masif di Ibu Kota. Inisiatif ini menyasar potensi sekitar 8.400 ton sampah yang dihasilkan Jakarta setiap hari, sekaligus menjadi solusi atas tantangan pengelolaan limbah perkotaan dan penguatan ketahanan energi nasional.

Kolaborasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Eco-Socio Taqwa bertema “Membangun Peradaban Berkelanjutan Lewat Green Property dan Energi Bersih Berbasis Sociopreneurship” yang diselenggarakan ISMI DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Wakil Ketua Umum ASPEBINDO, Hadi Nainggolan, menegaskan bahwa Jakarta memiliki potensi besar mengembangkan energi berbasis sampah karena keterbatasan lahan pertanian dan perkebunan. Menurutnya, pemanfaatan sampah organik perkotaan maupun limbah agro-organik merupakan solusi yang realistis dan berkelanjutan dalam mendukung kemandirian energi.

ASPEBINDO juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan cetak biru program pemilahan sampah rumah tangga yang sebelumnya diinisiasi Ketua Orwil ISMI DKI Jakarta, Rhesa Yogaswara, S.Si., M.M., M.F. Program tersebut diharapkan mampu membangun budaya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga menjadi sumber energi bernilai ekonomi.

Selain pengolahan sampah, ASPEBINDO mendorong para kader ISMI DKI Jakarta untuk mengambil peran aktif dalam pengembangan industri energi terbarukan, terutama setelah peluncuran kebijakan B50 oleh Presiden Republik Indonesia. Kebijakan bauran bahan bakar yang mengandung 50 persen minyak kelapa sawit (CPO) tersebut dinilai menjadi tonggak penting menuju kemandirian energi nasional sekaligus membuka peluang investasi dan bisnis baru di sektor bioenergi.

Tidak hanya biodiesel, ASPEBINDO juga mengawal percepatan pemanfaatan bioetanol berbasis jagung dan singkong sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Program E5 dan E10 yang tengah dikembangkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dipandang sebagai fondasi penting menuju target pemanfaatan bioetanol yang lebih luas pada masa mendatang.

Di sisi lain, sektor biomassa juga dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Berbagai limbah pertanian seperti bonggol jagung, sekam padi, serbuk kayu (sawdust), hingga cangkang kemiri kini telah menjadi bagian dari rantai pasok energi bagi pembangkit listrik maupun industri nasional.

Hadi menegaskan bahwa pengembangan energi bersih tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Menjaga alam semesta, menjaga keseimbangan alam lingkungan kita ini juga bagian dari jihad fisabilillah untuk menjaga lingkungan kita,” ujar Hadi Nainggolan.

Ia berharap kolaborasi antara ASPEBINDO dan ISMI DKI Jakarta mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha Muslim yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan berkelanjutan melalui konsep sociopreneurship yang mengintegrasikan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *