Berita  

Diskusi Nasional Satu Tahun MBG Soroti Peran Strategis Polri dalam Penguatan SPPG

Avatar photo
banner 120x600

Jakarta, 15 Desember 2025 — Diskusi Publik Nasional bertajuk “Satu Tahun MBG dan Peran Polri dalam Sistem Pengamanan dan Pelayanan Gizi (SPPG)” digelar di Hotel 88 Jakarta, Senin (15/12). Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi atas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun terakhir, serta menegaskan pentingnya peran Polri dalam menjamin keamanan, distribusi, dan keberlanjutan program strategis nasional tersebut.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber nasional lintas sektor, yakni Ketua Umum Gerakan Pengusaha Muda Bersatu Indonesia (GAPEMBI) H. Alven Stony, S.IP, Ketua Umum Prabu Centre 08 Abednego Panjaitan, SH, Jurnalis Senior Bambang Harymurti, serta Founder Haidar Alwi Institute Ir. H. Haidar Alwi, MT.

Ketua Umum GAPEMBI, H. Alven Stony, S.IP, menegaskan bahwa MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi UMKM, petani, dan pelaku usaha pangan lokal. Menurutnya, keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh ekosistem yang solid, termasuk dukungan Polri dalam menjaga rantai pasok pangan yang aman dan tepat sasaran.

“Program MBG adalah investasi jangka panjang bangsa. Polri memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi berjalan tertib, aman, dan bebas dari penyimpangan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Alven.

Sementara itu, Ketua Umum Prabu Centre 08 Abednego Panjaitan, SH, menilai bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan aparat penegak hukum merupakan kunci utama keberlanjutan MBG. Ia menekankan bahwa Polri tidak hanya berfungsi sebagai pengaman, tetapi juga mitra strategis dalam pengawasan dan edukasi publik.

“Kepercayaan publik terhadap MBG akan meningkat apabila ada pengawasan yang kuat dan transparan. Di sinilah Polri berperan penting menjaga integritas program,” kata Abednego.

Dalam perspektif media, Jurnalis Senior Bambang Harymurti menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik dalam pelaksanaan MBG. Ia menegaskan bahwa peran pers sangat krusial sebagai mitra kritis untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

“Transparansi adalah fondasi kepercayaan. MBG harus terus dibuka kepada pengawasan publik agar tidak kehilangan roh keberpihakannya kepada masyarakat,” tegas Bambang.

Sementara itu, Founder Haidar Alwi Institute Ir. H. Haidar Alwi, MT, mengapresiasi keterlibatan Polri dalam mendukung stabilitas dan keamanan program-program strategis nasional, termasuk MBG. Menurutnya, pendekatan humanis Polri dalam SPPG dapat memperkuat ketahanan sosial dan mencegah potensi konflik di tingkat akar rumput.

“SPPG membutuhkan pengamanan yang tidak hanya tegas, tetapi juga berorientasi pada pelayanan dan kemanusiaan. Polri telah menunjukkan peran penting dalam menjaga stabilitas sosial demi suksesnya MBG,” ungkap Haidar Alwi.

Diskusi publik nasional ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konstruktif bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, khususnya dalam memperkuat peran Polri di SPPG serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan berkelanjutan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masa depan generasi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *