Jakarta, 29 Juni 2026- Suara Pembaharuan.net– PT Perdana Gapura Prima Tbk (IDX: GPRA) menggelar Public Expose 2026 di Bellezza Permata Hijau, Jakarta, Senin (29/6). Acara ini diselenggarakan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada para pemegang saham, investor, dan publik mengenai kinerja serta arah pengembangan bisnis perseroan.
Public Expose dipimpin oleh Direktur Utama PT Perdana Gapura Prima Tbk, Arvin Fibrianto Iskandar, didampingi Direktur Ahmad Taufik Zaenal dan Direktur Rudy Kurniawan. Sementara jajaran Dewan Komisaris terdiri atas Komisaris Utama Rudy Margono, Komisaris Heryani Margono, dan Komisaris Independen Nugroho Sulistyo.
Dalam paparannya, Arvin Fibrianto Iskandar menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Perseroan yang telah memasuki usia ke-39 tahun sebagai pengembang properti nasional. Tahun depan, GPRA akan merayakan 40 tahun kiprahnya di industri properti sekaligus hampir dua dekade sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2007.
“Kami telah membangun bisnis properti sejak 1987 dan terus bertransformasi hingga menjadi perusahaan publik. Tahun depan menjadi tonggak bersejarah bagi GPRA, yaitu 40 tahun sebagai pengembang properti dan hampir 20 tahun sebagai perusahaan terbuka,” ujar Arvin.
Ia menjelaskan, struktur pendapatan Perseroan masih didominasi oleh development revenue yang berkontribusi sekitar 60 persen, berasal dari penjualan rumah tapak dan apartemen. Salah satu proyek andalan adalah Bukit Cimanggu City di Bogor yang terus dikembangkan melalui pembukaan klaster-klaster baru serta didukung akses infrastruktur yang semakin baik.
Selain penjualan properti, sekitar 30–40 persen pendapatan Perseroan berasal dari recurring income atau pendapatan berulang melalui sektor hospitality dan properti komersial. GPRA mengoperasikan sejumlah hotel dan serviced apartment di bawah merek Nemuru, hasil kerja sama dengan operator asal Jepang yang mengusung konsep sleep well.
Menurut Arvin, diversifikasi pendapatan ini menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika industri properti. Perseroan juga mengembangkan berbagai fasilitas pendukung seperti area komersial, pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga waterpark di sejumlah kawasan hunian.
GPRA juga menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah dalam penyediaan hunian bagi masyarakat. Perseroan menilai kebutuhan rumah masih sangat besar sehingga tetap optimistis melanjutkan pembangunan proyek-proyek residensial di berbagai daerah.
Sementara itu, Direktur Ahmad Taufik Zaenal mengatakan bahwa meskipun kondisi industri properti masih menghadapi berbagai tantangan, Perseroan tetap konsisten menjalankan proyek-proyek pengembangan, khususnya di sektor perumahan.
“Kami tetap menjalankan proyek-proyek yang sudah berjalan maupun proyek-proyek baru. Fokus utama kami saat ini adalah pengembangan kawasan residensial karena kebutuhan pasar masih sangat besar,” katanya.
Ia memaparkan sejumlah proyek yang tengah dikembangkan, antara lain Bukit Cimanggu City Bogor seluas sekitar 200 hektare, Metro Cilegon seluas hampir 90 hektare, Botanica Signature Bogor, Botanica Cibubur, Puri Semanan Residence Jakarta Barat, Green Leaf Residence Tangerang, hingga Spring Garden Bekasi.
Pada 2025, GPRA juga meluncurkan sejumlah klaster baru seperti Clonos dan Ponte Verde di Bukit Cimanggu City, Royal Garden di Metro Cilegon, pengembangan ruko Promenade, serta proyek baru Botanica Cibubur dan Botanica Signature Pajajaran Bogor yang berada di kawasan strategis pusat Kota Bogor.
Selain bisnis pengembangan properti, GPRA terus memperkuat lini hospitality melalui jaringan hotel Nemuru, di antaranya Nemuru Grand Bhuvana Jawi, Nemuru Grand Suite MTH, Nemuru The Palace Suites Jakarta, Nemuru Grand Anyer Palazo, hingga Grand Serpong Hotel. Perseroan juga mengembangkan bisnis pendukung seperti restoran, sport center, dan wahana rekreasi sebagai sumber pendapatan berulang.
Dengan pengalaman hampir empat dekade di industri properti, PT Perdana Gapura Prima Tbk optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan usaha melalui keseimbangan antara pengembangan proyek baru dan penguatan recurring income, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian berkualitas di berbagai wilayah Indonesia.
Kinerja tahun 2025:
Pada tahun 2025, Perseroan tetap membukukan kinerja yang resilien di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp454,29 miliar, turun 12,14Y5 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan, laba bersih yang tercatat sebesar Rp83,97 miliar, atau turun 32,21”6, yang menunjukkan bahwa tekanan pada penjualan masih dapat diimbangi dengan pengelolaan margin dan efisiensi operasional yang cukup baik.
Penjualan rumah tapak dan ruko menjadi kontributor utama dengan nilai sekitar Rp272,37 miliar, atau sekitar 59,96Y6 dari total pendapatan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menegaskan bahwa segmen residensial masih menjadi penggerak utama usaha Perseroan.
Perseroan tetap mempertahankan kontribusi dari bisnis hospitality dan recurring income sebagai penopang kualitas pendapatan. Dengan kombinasi tersebut, Perseroan tidak hanya bertumpu pada penjualan pengembangan, tetapi juga menjaga keseimbangan sumber pendapatan usaha.
Key highlights dari RUPST diantaranya adalah telah disetujuinya Laporan Tahunan Tahun buku 2025 atas kinerja keuangan Perseroan serta pengesahan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian dan Laporan Perhitungan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik PKF Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan dan Rekan.














