Kalodata Ungkap Peluang Besar Produk Mainan dan Hobi di TikTok Shop Indonesia

Avatar photo
banner 120x600

JAKARTA — Perkembangan perdagangan digital membuka peluang baru bagi pelaku usaha, termasuk industri mainan dan hobi. Potensi tersebut menjadi sorotan dalam seminar bertajuk “Bedah Peluang Produk Mainan & Hobi di TikTok Shop Indonesia” yang digelar dalam rangkaian Jakarta International Baby Products & Toys Expo (IBTE) dan Indonesia Stationery Expo, 19–22 Agustus 2026 di Hall B & C JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Seminar tersebut menghadirkan Brand Growth Manager Kalodata Indonesia, bagian dari Kalowave Indonesia, Aafi Syaddad, yang membagikan analisis mengenai perkembangan pasar, peluang produk, serta pentingnya pemanfaatan data bagi seller, brand maupun afiliator untuk memenangkan persaingan di TikTok Shop.

Kalodata sendiri merupakan platform analitik dan market intelligence yang dirancang untuk memantau serta menganalisis ekosistem e-commerce dan social commerce, termasuk TikTok Shop dan Shopee. Platform ini membantu seller, brand, agensi hingga kreator afiliasi memperoleh gambaran mengenai penjualan, kategori produk, tren pasar dan strategi yang dapat digunakan dalam mengembangkan bisnis.

Ditemui usai seminar, Aafi Syaddad mengatakan, pihaknya melihat kategori produk mainan di TikTok Shop memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Berdasarkan analisis data Kalodata, kategori tersebut menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil sekitar 4 persen dalam enam bulan terakhir, sebuah tren yang dinilainya cukup agresif dibandingkan sejumlah kategori lainnya.

“Potensi produk mainan di TikTok Shop itu cukup bagus, bahkan bisa dikatakan agresif. Pertumbuhannya sekitar 4 persen dan stabil dalam enam bulan. Untuk kategori-kategori lain, kondisi seperti ini tidak selalu mudah ditemukan,” ujar Aafi.

Menurutnya, keberadaan IBTE menjadi momentum penting bagi brand dan seller untuk menemukan berbagai produk potensial. Produk-produk yang ditampilkan dalam pameran dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha untuk melihat peluang pasar, sebelum menentukan produk yang akan dipasarkan melalui kanal digital.

Aafi menekankan, keputusan bisnis di era perdagangan digital sebaiknya tidak hanya mengandalkan intuisi. Pemanfaatan data dapat membantu pelaku usaha mengetahui produk dan kategori yang memiliki potensi, sekaligus mengurangi risiko pemborosan modal dan waktu dalam mencoba strategi penjualan.

“Utamakan karakteristik natural, tetapi jangan lupakan data. Data sekarang bukan sekadar angka yang kita lihat, tetapi menjadi kacamata untuk membaca momentum penjualan dan menentukan strategi yang tepat di TikTok,” katanya.

Kalodata, lanjut Aafi, tidak hanya diperuntukkan bagi seller, tetapi juga dapat dimanfaatkan brand, agensi dan kreator afiliator. Dengan basis data yang dimiliki, pengguna dapat melakukan analisis sebelum masuk ke suatu kategori atau memilih produk yang dinilai memiliki peluang pasar lebih baik. Secara global, Kalodata telah digunakan oleh lebih dari 2 juta pengguna.

Aafi berharap penyelenggaraan IBTE dan Indonesia Stationery Expo dapat semakin mempertemukan pelaku industri dengan peluang pasar digital. Menurutnya, banyak produk berkualitas yang ditawarkan dalam pameran, sehingga tantangan berikutnya adalah bagaimana pelaku usaha mampu mengemas dan memasarkannya secara efektif melalui platform digital. “Produknya banyak yang bagus. Tinggal bagaimana cara kita menjualnya dengan strategi yang tepat dan berbasis data,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *