Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Indonesian Diaspora Network (IDN) Global menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dalam pelindungan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Penandatanganan berlangsung di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (27/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 serta 14 tahun Gerakan Diaspora Indonesia.

Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem pelindungan anak pekerja migran yang terintegrasi, mulai dari tingkat desa hingga komunitas diaspora Indonesia di berbagai negara.

Melalui nota kesepahaman tersebut, KP2MI dan IDN Global akan memperkuat koordinasi lintas sektor, mengoptimalkan jejaring diaspora global, mendorong pertukaran data dan informasi, serta memperluas advokasi terhadap pemenuhan hak-hak sipil, pendidikan, dan kesejahteraan anak-anak pekerja migran Indonesia.
Kolaborasi ini juga mencakup berbagai program strategis, di antaranya aksi kemanusiaan melalui penggalangan donasi dan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan maupun terdampak krisis, dukungan pendidikan melalui bantuan biaya sekolah dan program orang tua asuh bagi anak-anak kurang mampu, serta penguatan kolaborasi global dengan menghubungkan relawan, tenaga profesional, akademisi, dan pelaku usaha diaspora untuk mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Usai penandatanganan MoU, Presiden Indonesian Diaspora Network Global, Nathalia Widjaja, memaparkan secara resmi peluncuran Diaspora Care, sebuah gerakan sosial global yang menjadi wadah kepedulian diaspora Indonesia terhadap pembangunan bangsa dan kemanusiaan.
Diaspora Care merupakan inisiatif kemanusiaan yang bertujuan menghubungkan kepedulian, keahlian, dan semangat gotong royong lebih dari delapan juta diaspora Indonesia yang tersebar di lebih dari 100 negara. Melalui platform ini, diaspora didorong untuk berkontribusi melalui donasi, kegiatan kerelawanan, keahlian profesional, hingga kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
“Diaspora Indonesia tidak hanya dikenal karena keberhasilannya di berbagai belahan dunia, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi bangsa. Diaspora Care menjadi wujud semangat gotong royong Indonesia dalam skala global untuk menghadirkan perubahan yang berkelanjutan,” ujar Nathalia Widjaja.
Menurut Nathalia, masih banyak warga negara Indonesia yang berada di luar negeri menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi darurat kesehatan, kecelakaan, kehilangan pekerjaan, hingga bencana. Kehadiran Diaspora Care diharapkan menjadi jembatan solidaritas agar tidak ada lagi warga Indonesia yang menghadapi kesulitan sendirian, di mana pun mereka berada.
Sebagai seorang psikolog, konselor profesional, sekaligus pegiat kesehatan mental bagi pekerja migran Indonesia di berbagai negara, Nathalia menegaskan bahwa kepedulian terhadap pekerja migran dan keluarganya merupakan bagian penting dari visi besar IDN Global. Sebelumnya ia menjabat sebagai Vice President Migrant Workers IDN Global yang fokus pada advokasi, pelindungan, dan pemberdayaan pekerja migran beserta keluarganya. Berbasis di Hong Kong, Nathalia mewakili diaspora Indonesia di kawasan Asia Timur dan Selatan dengan mengusung visi organisasi “connecting the dots, expanding the opportunity, and promoting shared prosperity”.
Diaspora Care dibangun melalui lima pilar utama, yakni Diaspora Relief untuk bantuan kemanusiaan dan tanggap darurat, Diaspora Care Network untuk memperkuat jejaring relawan dan chapter diaspora, Diaspora Gives Back yang mendukung pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, Volunteer Corps sebagai wadah kontribusi tenaga profesional, serta Diaspora Impact Fund yang mengelola dana sosial secara transparan dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan gerakan Quarter a Day, yang mengajak setiap diaspora Indonesia menyisihkan kontribusi sebesar US$0,25 per hari atau sekitar US$7,50 per bulan. Kontribusi sederhana tersebut diharapkan mampu menjadi kekuatan besar untuk mendukung bantuan kemanusiaan, pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan fasilitas umum, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
Ke depan, Diaspora Care akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Republik Indonesia, Perwakilan RI di luar negeri, chapter IDN Global, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, komunitas diaspora, serta berbagai mitra nirlaba guna memastikan seluruh program berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman antara KP2MI dan IDN Global serta peluncuran Diaspora Care, diharapkan lahir gerakan kolaboratif yang semakin memperkuat pelindungan anak pekerja migran Indonesia sekaligus memperluas kontribusi diaspora bagi pembangunan nasional. Momentum Hari Anak Nasional 2026 dan peringatan 14 tahun Gerakan Diaspora Indonesia menjadi pengingat bahwa perlindungan generasi penerus bangsa merupakan tanggung jawab bersama, baik di dalam maupun di luar negeri.














