Berita  

‎Lapas Tangerang Latih Warga Binaan Buat Bahan Bangunan Berkualitas

Avatar photo
banner 120x600


Kabupaten Bekasi, Suara Pembaharuan.net- Warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang dibina untuk mempunyai keahlian memproduksi bahan bangunan berkualitas, Selasa.

‎Bahan bangunan berasal dari limbah fly ash bottom ash (faba) yakni material sisa dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang “disulap” warga binaan menjadi bahan bangunan penguat pondasi.

‎Kepala Lapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat saat ditemui di perumahan Casa de Prima, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengatakan upaya itu dilakukan agar para penghuni lembaga pemasyarakatan ini memiliki kemampuan dan keterampilan di bidang konstruksi bangunan.

‎Dengan demikian, dia berharap para warga binaan bisa memiliki modal keahlian untuk bekerja usai menjalani masa hukuman di lapas.

‎Beni menjelaskan dalam proses pelatihan para warga binaan itu, Lapas Kelas I Tangerang menggandeng beberapa pihak.

‎”Kita gandeng PLTU untuk pelatihan produksi produk konstruksi. Kemudian ada TOT (training of trainers) dari senior-senior warga binaan yang sudah memiliki keahlian ini,” kata Beni.

‎Setelah dilatih, para warga binaan diberikan kesempatan untuk ikut langsung memproduksi faba menjadi bahan-bahan bangunan.

‎Menurut Beni, bahan bangunan hasil karya tangan warga binaan terbukti berkualitas karena telah dipakai oleh beberapa pihak, salah satunya untuk pembangunan rumah pegawai Kemenimipas di Perumahan Casa de Prima.

‎”Untuk menunjang program rumah ASN, program bapak Menteri Imipas kita akan hadirkan produk-produk dari Lapas Kelas 1 Tangerang,” kata Beni.

‎Dia menjelaskan bahan bangunan hasil pengolahan faba itu akan dibentuk menjadi balok bangunan. Untuk memenuhi kebutuhan satu rumah ASN tipe 36, perlu memproduksi 146 panel balok.

‎”Hingga saat ini proses pembangunan rumah ASN menggunakan balok faba masih berlangsung,” ujarnya.

‎Beni berharap proses pembangunan bisa berjalan lancar dan faba produksi lapas tersebut bisa tahan lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *