JAKARTA — Pertumbuhan pesat pusat data (data center) berskala hyperscale dan semakin luasnya adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia membuka peluang besar bagi industri manufaktur nasional, khususnya produsen infrastruktur kelistrikan dan pendukung data center.
Peluang tersebut ditangkap PT Grahasumber Prima Elektronik (GSPE) dengan menghadirkan berbagai produk unggulan dalam negeri pada ajang Indo Machinery Investment & Trade Show 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Director PT Grahasumber Prima Elektronik, Feliciana Liem, mengatakan perkembangan ekosistem digital nasional mendorong GSPE untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan produksi agar dapat memenuhi kebutuhan infrastruktur data center yang semakin kompleks.
“Sekarang kan sudah banyak data center, jadi kami banyak support di beberapa data center, terutama yang skala hyperscale,” ujar Feliciana saat ditemui di sela-sela pameran.
Menurut dia, meningkatnya kebutuhan komputasi akibat perkembangan AI turut menciptakan kebutuhan baru terhadap infrastruktur pendukung data center. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi produsen dalam negeri untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok industri digital.
Dalam pameran tersebut, GSPE menampilkan berbagai perangkat kelistrikan dan infrastruktur pendukung, antara lain Motor Control Center (MCC) dan Automatic Transfer Switch (ATS). Perusahaan juga memasok kebutuhan lain untuk data center, seperti rak server, containment, hingga container.
Kustomisasi Jadi Keunggulan Produk Lokal
Feliciana menegaskan, salah satu kekuatan GSPE adalah kemampuan melakukan kustomisasi produk sesuai kebutuhan proyek dan spesifikasi pelanggan.
Sebagai pabrikan lokal yang berbasis di Kawasan Industri Taman Tekno, BSD, GSPE memiliki fleksibilitas untuk merancang dan memproduksi perangkat sesuai kebutuhan teknis yang spesifik.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting seiring berkembangnya infrastruktur AI yang membutuhkan konfigurasi perangkat dan rak server dengan dimensi maupun spesifikasi yang tidak selalu mengikuti standar umum.
“Kalau AI itu kan ukuran raknya berbeda dan tidak standar, nah kami bisa menyesuaikan itu,” jelasnya.
Selain fleksibilitas produksi, GSPE juga mengedepankan penggunaan produk dalam negeri. Produk panel hingga rak yang diproduksi perusahaan telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Dukungan rantai pasok juga menjadi salah satu faktor kesiapan produksi. GSPE memastikan ketersediaan bahan baku utama, termasuk sheet metal, melalui stok siap pakai di fasilitas manufakturnya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal juga mampu memenuhi kebutuhan industri yang memiliki tuntutan spesifikasi tinggi,” kata Feliciana.
Tantangan Masuk Ekosistem Data Center
Meski memiliki kemampuan manufaktur, fleksibilitas produksi, sertifikasi TKDN, serta kesiapan bahan baku, GSPE mengakui bahwa masuk lebih jauh ke dalam ekosistem data center tetap memiliki tantangan tersendiri.
Salah satu tantangan utama adalah membangun kepercayaan dan memastikan produk lokal dapat masuk dalam standar spesifikasi yang ditetapkan konsultan perencana proyek data center.
“Tantangannya kita harus approach ke konsultan, karena untuk masuk ke data center kita harus masuk dalam standar spesifikasi konsultan. Kita harus bisa meyakinkan bahwa produk lokal kami memang layak untuk kriteria pabrikan data center,” ungkap Feliciana.
Karena itu, GSPE terus memperkuat komunikasi dengan konsultan, pengembang proyek, maupun pelaku industri untuk memperkenalkan kapabilitas manufaktur nasional sekaligus membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan proyek dengan spesifikasi tinggi.
Keikutsertaan GSPE dalam Indo Machinery Investment & Trade Show 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jejaring bisnis, membuka peluang kerja sama baru, serta memperkuat posisi industri manufaktur nasional dalam rantai pasok infrastruktur digital.
Di tengah akselerasi transformasi digital, pertumbuhan hyperscale data center, dan perkembangan teknologi AI, GSPE optimistis industri dalam negeri memiliki ruang yang semakin besar untuk menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem digital Indonesia.














