Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 sekaligus Public Expose Tahunan di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, perseroan memaparkan kinerja keuangan, arah strategi bisnis, serta prospek pengembangan infrastruktur telekomunikasi di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas digital nasional.
RUPST menetapkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi untuk masa jabatan 2025–2030 dengan Fadli Tri Hartono sebagai Komisaris Utama dan Theodorus Ardi Hartoko sebagai Direktur Utama. Jajaran direksi lainnya terdiri atas Ian Sigit Kurniawan sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Hendra Purnama sebagai Direktur Investasi, Hastining Bagyo Astuti sebagai Direktur Operasi dan Pembangunan, serta Agus Winarno sebagai Direktur Bisnis dan Komersial.
Dalam paparannya, Direktur Utama Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan bahwa Mitratel tetap mempertahankan posisinya sebagai perusahaan penyedia menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara dengan kepemilikan lebih dari 40 ribu menara yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurutnya, menara telekomunikasi akan terus menjadi infrastruktur strategis dalam mendukung perluasan jaringan internet, baik berbasis seluler maupun fixed broadband.
Selain mempertahankan dominasi bisnis penyewaan menara, perseroan juga terus melakukan transformasi bisnis melalui pengembangan layanan fiber optik, solusi infrastruktur telekomunikasi, hingga pengembangan bisnis energi terbarukan sebagai sumber pertumbuhan baru.
Mitratel juga mencatat perkembangan signifikan pada bisnis fiber optik. Hingga kuartal pertama 2026, panjang jaringan fiber yang dikelola telah mencapai sekitar 72 ribu kilometer secara ekuivalen, seiring meningkatnya kebutuhan operator telekomunikasi terhadap konektivitas berkapasitas tinggi.
Dari sisi operasional, pertumbuhan penyewaan menara dan layanan fiber optik masih menjadi pendorong utama kinerja perseroan. Wilayah luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi, sejalan dengan strategi ekspansi Mitratel dalam memperkuat infrastruktur digital nasional.
Pada kuartal I 2026, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp1,847 triliun atau tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat mencapai Rp545 miliar, meningkat 3,6 persen secara tahunan (year on year), sementara kinerja EBITDA juga tetap menunjukkan pertumbuhan positif sebagai hasil efisiensi operasional yang terus dilakukan perusahaan.
Menurut Theodorus, sekitar 80 persen pendapatan perseroan masih berasal dari bisnis penyewaan menara. Namun demikian, kontribusi bisnis fiber optik dan layanan pendukung telekomunikasi terus meningkat dan diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan baru dalam beberapa tahun ke depan.
Mitratel juga memperkenalkan pengembangan solusi energi hijau (energy solution) melalui pemanfaatan panel surya untuk mendukung kebutuhan listrik Base Transceiver Station (BTS). Inisiatif tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya energi operator telekomunikasi sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon.
Perseroan menargetkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,9 triliun pada tahun 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan sekitar 2.500 tenant baru, perluasan jaringan fiber optik, pengembangan layanan wireless infrastructure, serta implementasi solusi energi terbarukan di berbagai lokasi menara.
Sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Mitratel optimistis tren pertumbuhan industri telekomunikasi akan terus meningkat seiring percepatan implementasi jaringan 5G, pengembangan internet berbasis fiber, serta meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di seluruh Indonesia.
Manajemen meyakini strategi diversifikasi bisnis, transformasi digital, efisiensi operasional, serta pengembangan infrastruktur berkelanjutan akan menjadi fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham di masa mendatang.














