PT GUT Perkuat Manajemen Aset Ketenagalistrikan Lewat Solusi Maintenance Terintegrasi

Avatar photo
banner 120x600

Suara pembaharuan.net||JAKARTA — Keandalan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional industri dan pembangkit listrik. Karena itu, pemeliharaan aset secara berkala dan terukur dinilai semakin diperlukan untuk mengantisipasi gangguan serta menjaga kinerja peralatan dalam jangka panjang.

Hal tersebut menjadi perhatian PT Graha Usaha Teknik (PT GUT) dalam gelaran Electricity Connect 2026 (Enlit Asia) yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Memasuki hari kedua pameran, PT GUT memperkenalkan kapabilitas layanan pemeliharaan terintegrasi yang mencakup aspek elektrikal, instrumentasi, dan mekanikal.

Melalui layanan tersebut, perusahaan berupaya mendukung kebutuhan pengelola pembangkit dan industri dalam menjaga keandalan aset, memperpanjang usia pakai peralatan, sekaligus mengurangi potensi terjadinya unplanned outage atau gangguan operasi yang tidak terencana.

Pendekatan pemeliharaan tersebut mencakup kegiatan preventif maupun korektif, mulai dari inspeksi, pengujian, rekondisi komponen hingga pekerjaan overhaul pada fasilitas pembangkit.

Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional PT Graha Usaha Teknik, Kuswanto Rahayu (Dade), mengatakan pemeliharaan preventif menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional fasilitas kelistrikan, terutama pada infrastruktur yang memiliki peran strategis.

“Dalam menjaga keberlangsungan objek vital nasional, kami memegang teguh prinsip bahwa mencegah kerusakan jauh lebih baik daripada mengatasi dampak fatal akibat kegagalan sistem kelistrikan,” ujar Dade.

Menurut dia, pengalaman PT GUT dalam menangani proyek pemeliharaan di sejumlah pembangkit di berbagai wilayah Indonesia menjadi modal penting dalam memberikan layanan kepada mitra.

PT GUT tercatat memiliki pengalaman antara lain dalam pekerjaan major maintenance kelistrikan di Cirebon Power berkapasitas 660 MW, pemeliharaan rutin North Duri Cogeneration Plant (MCTN/Chevron Riau) 3 x 125 MW, serta pekerjaan di sejumlah unit PLTU Paiton dan PLTU Lebak Banten Energi 660 MW.

Selain pemeliharaan pembangkit, perusahaan juga memiliki pengalaman dalam perbaikan dan rekondisi valve dengan standar API, ANSI dan JIS, serta pemeliharaan diesel generator engine.

“Kepercayaan besar yang diberikan kepada PT GUT untuk mengerjakan berbagai proyek pemeliharaan rutin di belasan pembangkit listrik utama di Indonesia—mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan—menjadi bukti nyata kemitraan kuat kami di lapangan,” kata Dade.

Ia menambahkan, setiap pekerjaan inspeksi, rekondisi komponen dan pengujian sistem elektrikal dilakukan dengan mengedepankan akurasi untuk mengidentifikasi potensi gangguan sedini mungkin.

Andalkan Peralatan Pengujian

Dari sisi teknologi, PT GUT juga memperkuat layanan pemeliharaannya dengan dukungan peralatan pengujian yang dimiliki perusahaan. Di antaranya Omicron CPC-100, Omicron CMC 256, serta DILO SF6 Gas Handling & Treatment Machine Set.

Direktur Teknis PT Graha Usaha Teknik, Abdul Hamid, mengatakan kepemilikan peralatan tersebut memungkinkan tim teknis melakukan pengujian dan analisis secara lebih mandiri.

“Kami tidak hanya mengandalkan keahlian para insinyur lokal, tetapi juga memastikan mereka dipersenjatai dengan perangkat pengujian bersertifikasi internasional milik perusahaan sendiri,” ujarnya.

Menurut Abdul Hamid, kombinasi kompetensi sumber daya manusia dan penguasaan teknologi pengujian menjadi salah satu faktor penting dalam melakukan troubleshooting terhadap berbagai permasalahan teknis.

“Penguasaan teknologi dan metode pengujian mandiri inilah yang membuat kami mampu merumuskan analisis kerusakan secara cepat, akurat, dan sesuai dengan regulasi keselamatan kerja,” katanya.

Sementara itu, Direktur Marketing PT Graha Usaha Teknik, Agung Sutiastoro, mengatakan kebutuhan terhadap layanan pemeliharaan semakin penting seiring meningkatnya skala dan kompleksitas industri yang beroperasi secara kontinu.

“Risiko operasional akibat kerusakan alat dapat menimbulkan kerugian finansial yang besar bagi pelaku industri. Solusi pemeliharaan terintegrasi yang ditawarkan PT GUT dirancang dari hulu ke hilir untuk meminimalkan downtime pembangkit,” ujar Agung.

Ia menuturkan, kehadiran PT GUT dalam Electricity Connect 2026 sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan perusahaan kepada pengembang pembangkit, pengelola kawasan industri, dan pelaku sektor energi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa PT GUT dapat menjadi mitra jangka panjang dalam mendukung keandalan dan efisiensi aset energi,” katanya.

Didukung Struktur Keuangan
Selain aspek teknis, kesinambungan proyek pemeliharaan juga membutuhkan dukungan finansial dan kemampuan pengadaan yang memadai.

Direktur Keuangan PT Graha Usaha Teknik, Ambarlin Widanarti, mengatakan perusahaan menjaga kondisi keuangan dan struktur modal untuk mendukung pelaksanaan proyek, termasuk pengadaan material, suku cadang, peralatan dan kebutuhan personel.

“Kontrak pemeliharaan jangka panjang memerlukan kepastian pendanaan operasional yang stabil. PT GUT secara konsisten menjaga rasio keuangan yang sehat serta struktur modal yang kuat,” ujarnya.

Menurut Ambarlin, kondisi tersebut diperlukan agar pekerjaan pemeliharaan dapat berjalan sesuai jadwal dan kebutuhan teknis yang telah disepakati dengan pelanggan.

Melalui partisipasinya di Electricity Connect 2026, PT GUT berharap dapat memperluas kolaborasi dengan pengelola pembangkit, kawasan industri, dan pelaku usaha sektor energi, sekaligus memperkuat peran layanan pemeliharaan dalam mendukung keandalan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

Tentang PT Graha Usaha Teknik
PT Graha Usaha Teknik merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang Manajemen Proyek, Engineering, Procurement, Construction (EPC), dan Maintenance untuk sektor industri, infrastruktur, dan energi.

Berdiri sejak 2005, PT GUT memiliki kompetensi di bidang elektrikal, instrumentasi, mekanikal, dan sipil. Perusahaan juga memiliki sertifikasi manajemen, antara lain ISO 9001:2015, ISO 45001:2018, dan ISO 37001:2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *