Berita  

PT. Nusa Raya Cipta Tbk Fokus Perkuat Bisnis Konstruksi, Targetkan Pendapatan Rp3,8 Triliun di 2026

Avatar photo
banner 120x600
Jakarta — PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), salah satu perusahaan jasa konstruksi swasta terkemuka di Indonesia, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose di Hotel Gran Melia Jakarta, Jumat (22/05/26).
Dalam paparan publik tersebut, jajaran direksi memaparkan kinerja perseroan sepanjang tahun buku 2025 sekaligus strategi bisnis dan target pertumbuhan untuk tahun 2026. Acara dihadiri Direktur Utama Hadiwinarto Christianto , Wakil Direktur Utama Edi Purwanawikanta, Direktur David Suryadhi, Direktur sekaligus Corporate Secretary Setiadi  Jaya Saputra, serta Direktur Stefanus Irawan Gumulya.
Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 17 September 1975 dan merupakan bagian dari grup PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), NRCA terus memperkuat posisinya di sektor konstruksi nasional melalui berbagai proyek bangunan komersial, industri, hingga infrastruktur.
Dalam pemaparannya, Direktur Utama NRCA Hadiwinarto Christianto menjelaskan bahwa perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp3,6 triliun sepanjang tahun 2025 dengan laba tahun berjalan mencapai Rp176 miliar serta total penghasilan komprehensif sebesar Rp167 miliar.
“Laba yang diperoleh sepenuhnya berasal dari operasional proyek konstruksi yang kami jalankan sepanjang 2025, tanpa adanya kontribusi laba non-operasional,” ujar Hadi.
NRCA juga mencatat sisa kontrak tahun sebelumnya sebesar Rp3,3 triliun dan kontrak baru senilai Rp3,1 triliun pada 2025, sehingga menghasilkan sisa kontrak berjalan sebesar Rp2,8 triliun untuk tahun berikutnya.
Perseroan menegaskan bahwa strategi utama tahun 2026 tetap difokuskan pada pengembangan usaha jasa konstruksi, khususnya sektor bangunan industri dan komersial yang masih memiliki potensi pertumbuhan di tengah perlambatan sektor properti nasional.
“Untuk 2026 kami tetap fokus sepenuhnya pada usaha konstruksi. Kami melihat proyek-proyek industri tertentu masih berkembang cukup baik, termasuk industri padat karya dan sektor resort terutama di Bali yang hingga kini masih menunjukkan pertumbuhan positif,” kata Hadi.
NRCA menargetkan pendapatan sebesar Rp3,8 triliun pada tahun 2026. Hingga Mei 2026, perseroan telah membukukan kontrak baru sebesar Rp1,11 triliun yang berasal dari sejumlah proyek strategis seperti Pouchon Factory Karawang, Lampung City Mall Phase 2, New Malioboro Hotel Hayam Wuruk Jakarta, St. Carlos Hospital Gading Serpong, Little Sandsville Surabaya, dan Graha Barangulti Jakarta.
Di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis dan perlambatan sektor properti, perseroan memilih strategi fokus pada proyek-proyek dengan nilai menengah namun berjumlah banyak guna menjaga stabilitas bisnis dan arus proyek berjalan.
Selain itu, NRCA juga terus membuka peluang kerja sama dengan pihak asing, swasta maupun BUMN melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) untuk mendukung ekspansi usaha dan memperkuat portofolio proyek.
Dalam sesi tanya jawab, manajemen juga menjelaskan keterlibatan perseroan dalam proyek Jalan Tol Patimban–Subang, di mana NRCA menjadi investor dengan kepemilikan 22 persen dalam konsorsium proyek tersebut bersama PT Jasa Marga sebagai pemegang mayoritas.
“Proyek ini menjadi bagian dari sinergi bersama holding kami, SSIA Group, yang juga mengembangkan kawasan Subang Smartpolitan. Kami melihat proyek tersebut memiliki prospek yang baik ke depan,” jelas Hadi.
Saat ini proyek Tol Patimban–Subang telah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana.
Dengan pengalaman lebih dari lima dekade di industri konstruksi serta dukungan jaringan operasional di Surabaya, Medan, Semarang, dan Bali, NRCA optimistis mampu mempertahankan kinerja positif dan terus memperkuat daya saing perusahaan di tengah tantangan industri konstruksi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *