Berita  

Rapimprov II Kadin DKI Jakarta: Perkuat Kolaborasi Pengusaha Lokal untuk Ekonomi Berkelanjutan

Avatar photo
banner 120x600

Jakarta, 9 Maret 2026 – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II dengan tema “Pengusaha Lokal Sebagai Pilar Strategis Penggerak Ekonomi Provinsi DKI Jakarta” di Park Hyatt Jakarta, Senin (9/3/2026).

Forum ini menjadi momentum penting bagi dunia usaha untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam merumuskan arah kebijakan ekonomi Jakarta. Rapimprov juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus meningkatkan peran pengusaha lokal sebagai tulang punggung ekonomi ibu kota.

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapimprov II menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja organisasi sekaligus merumuskan agenda prioritas tahun 2026.

Menurutnya, penguatan konsolidasi organisasi serta peningkatan profesionalisme pengusaha menjadi langkah penting agar Kadin mampu berperan lebih aktif dalam pembangunan ekonomi Jakarta.

“Melalui Rapimprov ini kita melakukan evaluasi program kerja 2025 sekaligus merumuskan rencana kerja 2026 agar Kadin DKI Jakarta semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan dunia usaha,” ujar Diana.

Sepanjang tahun 2025, Kadin DKI Jakarta telah menjalankan berbagai program strategis, antara lain peningkatan produktivitas tenaga kerja, fasilitasi sertifikasi halal bagi ribuan pelaku usaha, dukungan terhadap program strategis nasional, hingga misi dagang dan investasi dengan sejumlah negara.

Untuk tahun 2026, Kadin DKI Jakarta akan memfokuskan program pada penguatan peran pengusaha lokal sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi Jakarta.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa peran Jakarta sebagai motor penggerak ekonomi nasional masih sangat dominan meskipun statusnya tidak lagi sebagai ibu kota negara.

Menurut Anindya, kontribusi ekonomi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 16,8 persen, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,21 persen, yang berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional.

“Peran ekonomi Jakarta masih sangat besar bagi perekonomian nasional. Meski bukan lagi ibu kota negara, Jakarta justru sedang bertransformasi menjadi pusat industri jasa dan bisnis yang semakin kuat,” kata Anindya.

Ia menilai Jakarta ke depan akan semakin berperan sebagai pusat aktivitas bisnis, jasa, dan keuangan yang memiliki pengaruh besar di tingkat nasional maupun regional.

Melalui Rapimprov II ini, Kadin DKI Jakarta berharap dapat menyatukan visi dunia usaha, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, serta merumuskan kebijakan strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *