Berita  

Refleksi Akhir Tahun 2025, BPIP Tegaskan Pancasila sebagai Kompas Bangsa di Tengah Tantangan Global

Avatar photo
banner 120x600

Jakarta, 15 Desember 2025 – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Senin (15/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPIP, Wakil Kepala BPIP, serta Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, bersama jajaran kementerian/lembaga, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pegiat kebangsaan.

Refleksi akhir tahun ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan ideologi Pancasila sepanjang tahun 2025 sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan globalisasi di masa mendatang.

Kepala BPIP dalam sambutannya menegaskan bahwa Pancasila harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari polarisasi sosial, penyebaran paham intoleran, hingga dampak disrupsi teknologi digital.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi pedoman hidup bangsa. Tugas kita bersama adalah memastikan nilai-nilai Pancasila hadir dalam kebijakan publik, pendidikan, serta praktik kehidupan sosial sehari-hari,” tegas Kepala BPIP.

Ia juga menyampaikan sejumlah capaian BPIP sepanjang 2025, antara lain penguatan program pembinaan ideologi Pancasila di lingkungan pendidikan, aparatur sipil negara, serta masyarakat luas, termasuk melalui pemanfaatan platform digital dan kerja sama lintas sektor.

Sementara itu, Wakil Kepala BPIP menekankan pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam pembinaan ideologi Pancasila. Menurutnya, keberhasilan program BPIP sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, lembaga negara, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Pembinaan ideologi Pancasila tidak bisa berjalan parsial. Diperlukan kesinambungan kebijakan dan keterlibatan seluruh elemen bangsa agar nilai-nilai Pancasila benar-benar membumi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyampaikan apresiasi atas peran BPIP dalam menjaga dan memperkuat ideologi bangsa. Ia menilai keberadaan BPIP semakin relevan di tengah dinamika demokrasi dan tantangan kebangsaan yang terus berkembang.

“Pancasila adalah titik temu dan rumah besar bangsa Indonesia. DPR RI, khususnya Komisi XIII, berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kelembagaan BPIP agar mampu menjalankan mandat ideologis secara efektif dan berkelanjutan,” kata Willy.

Willy juga menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai rujukan utama dalam perumusan kebijakan publik, penegakan hukum, serta pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkeadaban.

Kegiatan refleksi akhir tahun ini turut diisi dengan pemaparan kinerja BPIP sepanjang 2025, dialog kebangsaan, serta penyampaian rekomendasi strategis untuk penguatan ideologi Pancasila di tahun 2026. Diskusi menyoroti pentingnya literasi kebangsaan, penguatan karakter generasi muda, serta peran budaya dan teknologi dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila.

Melalui kegiatan ini, BPIP menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam pembinaan ideologi Pancasila, guna memperkokoh persatuan nasional, memperkuat demokrasi, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *