Berita  

Satwika Ary Saputra: Dapur MBG Peluang Bisnis Menggerakkan Ekonomi Grass Root

Avatar photo
banner 120x600

Jakarta, Kadin Indonesia Institute menggelar Business Opportunity dengan tema Meraih Peluang Bisnis Dapur MBG: Kemitraan, Bahan Baku dan Alat Dapur di Menara Kadin Jakarta, Selasa (19/08/25).

Kadin Indonesia Institute memberikan langkah nyata untuk mendorong pelatihan dan pendampingan bagi pihak-pihak yang ingin mendirikan dapur umum atau SPPG secara terstandar dan bersertifikasi.

Sebagaimana diketahui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi meresmikan Kantor Pusat Konsultasi dan Pendampingan Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong Kadin Indonesia. Diharapkan menjadi pusat pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan ini hadir CEO PT. Inspirasi Kuliner Indonesia & Pendiri Dapur MBG Satwika Ary Saputra sebagai salah satu pembicara dalam seminar mengatakan dapur MBG merupakan salah satu peluang bisnis untuk menciptakan pengusaha lokal baru sekaligus menggerakkan ekonomi grass root (akar rumput).

Menurut Ary Saputra selaku pegiat program BGN, bisnis dapur MBG sangat menarik untuk dilaksanakan dan mumpung masih ada kuota (kesempatan), imbuhnya.

Ary menambahkan syarat membuka dapur MBG harus berbadan hukum atau yayasan dengan mendaftar di website BGN. Serta mendaftarkan titik koordinat dapur MBG yang bisa memberikan manfaat minimal 3000 atau maksimal 4000 orang.

Untuk proses persiapan dapur pembangunan dikasih waktu 45 hari. Dilanjutkan dengan proses verifikasi dari BGN dan lain sebagainya. Verifikasi dalam rangka standarisasi dapur yang sudah ditetapkan dalam petunjuk teknis (Juknis) BGN. Antara lain standar luasan bangunan, standar higenis dapur MBG, saluran pembuangan limbah dapur.

Terus ada ruangan yang diatur sedemikian rupa ada ruang dapur utama, ada ruang loading in loading out, ada ruang cuci ompreng ada ruang penyimpanan dingin, basah dan kering, ada ruang kantor. Peralatannya semua stainless semua telah tertuang dalam juknis dari BGN, bebernya.

Terkait bahan baku pangan, banyak sekali dan tidak ada kendala. Malah banyak supplier lokal yang terbantu dari program ini. Ada pemberdayaan untuk petani termasuk juga peternak, jelasnya.

Dengan adanya acara ini bisa membantu calon calon mitra yang memang tertarik untuk menjadi mitra dapur MBG. Informasinya jadi jelas dan tidak simpang siur. Kebetulan saya dapurnya sudah berjalan jadi bisa berbagi pengalaman. Memberikan informasi tambahan, paparnya.

Dengan kolaborasi ini kita juga berharap industrialisasi di bidang agrikultur bisa berkembang dan menginspirasi model pembangunan sosial ekonomi berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi meningkat menuju Indonesia Emas 2045, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *