Jakarta, 1 Desember 2025
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M. Cholid, menyampaikan pesan refleksi akhir tahun dalam sebuah wawancara eksklusif bertempat di Rumah Perubahan, Jakarta, Senin (1/12). Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, M. Cholid menegaskan pentingnya memperkuat harapan dan menjaga semangat perubahan demi menghadirkan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Dalam refleksinya, M. Cholid menilai bahwa tahun 2025 merupakan periode penuh dinamika, mulai dari tantangan ekonomi, pergeseran sosial-politik, hingga perubahan cepat dalam teknologi. Meski demikian, ia menekankan bahwa berbagai tantangan tersebut sekaligus membuka peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk melompat lebih tinggi.
Mengedepankan Politik Kehadiran dan Kolaborasi
M. Cholid menyampaikan bahwa PKS konsisten mendorong “politik kehadiran”, yaitu keberpihakan langsung kepada masyarakat melalui program-program nyata, advokasi publik, serta kerja-kerja sosial yang terus diperkuat di seluruh daerah.
> “Tahun ini mengajarkan kita bahwa kehadiran partai politik harus semakin terasa manfaatnya oleh rakyat. PKS akan terus memperkuat barisan pelayanan, memperluas kolaborasi, dan mengedepankan politik yang membangun, bukan memecah,” ujar Cholid.
Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas kelompok dan komunitas harus menjadi budaya baru politik Indonesia. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak bisa dilakukan secara seremonial, tetapi memerlukan kerja bersama yang berkesinambungan.
Fokus 2026: Konsolidasi Kader, Penguatan Ekonomi Rakyat, dan Transformasi Digital
Dalam wawancara tersebut, M. Cholid juga memaparkan arah strategis PKS memasuki 2026. Ia menekankan tiga prioritas utama:
1. Konsolidasi dan penguatan kaderisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
2. Mendorong kebijakan ekonomi yang memberdayakan rakyat, terutama UMKM dan sektor-sektor produktif.
3. Transformasi digital PKS yang makin terintegrasi untuk meningkatkan pelayanan publik, transparansi, dan kedekatan dengan generasi muda.
> “Generasi muda adalah energi perubahan. PKS harus menjadi rumah besar bagi mereka yang ingin berkontribusi dengan gagasan dan karya,” tegasnya.
Rumah Perubahan sebagai Ruang Dialog untuk Masa Depan
Pemilihan lokasi Rumah Perubahan menjadi simbol komitmen PKS dalam memperluas ruang dialog, merangkul berbagai pemangku kepentingan, serta menghadirkan inovasi pemikiran.
M. Cholid menilai bahwa refleksi akhir tahun bukan sekadar evaluasi, tetapi juga momentum untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang lebih visioner.
> “Kita harus terus belajar, memperbaiki diri, dan membuka ruang-ruang perubahan. Indonesia milik semua, dan masa depan yang cerah hanya bisa dibangun melalui persatuan dan kerja nyata,” tutupnya.














