Berita  

Steady Safe Optimistis Sambut Era Bus Listrik, Perkuat Fundamental Keuangan dan Kinerja Operasional

Avatar photo
banner 120x600

Jakarta, 26 Juni 2026 – PT Steady Safe Tbk (SAFE) menggelar Public Expose 2026 di Veranda Hotel Pakubuwono, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Dalam pemaparannya, Direksi menegaskan komitmen perseroan untuk memperkuat fundamental keuangan, meningkatkan kualitas operasional, serta menangkap peluang besar dari transformasi transportasi publik menuju armada bus listrik.

Acara dipimpin oleh Direktur Utama John Pieter Sembiring, didampingi Direktur Ahmad Fahmi, dengan jajaran Dewan Komisaris yang terdiri atas Komisaris Utama Jopie Widjaja, Komisaris RD. James Rachmat Subekti, serta Komisaris Independen Efris Indria Y.A.

Pada Kuartal I 2026, PT Steady Safe Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp5,7 miliar, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp11,2 miliar. Laba bersih per saham tercatat sebesar Rp6,95.

Meski demikian, perseroan masih menunjukkan fundamental yang kuat. Margin laba bersih berada di kisaran 17% atau jauh di atas rata-rata industri yang masih berada pada level negatif sekitar -7%. Sementara margin operasi mencapai 19%, melampaui rata-rata industri sebesar 6%.

Direktur Utama John Pieter Sembiring menjelaskan bahwa kondisi keuangan perusahaan terus mengalami perbaikan. Liabilitas berhasil ditekan dari Rp215,3 miliar menjadi Rp136,4 miliar pada akhir 2025. Penurunan liabilitas yang lebih besar dibandingkan penurunan aset dinilai mampu meningkatkan rasio solvabilitas sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Perseroan juga telah melakukan aksi korporasi berupa konversi sebagian utang menjadi saham tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), serta menyetujui perubahan nilai nominal saham Seri A dari Rp500 menjadi Rp100 per saham guna memperkuat modal perusahaan.

Dari sisi operasional, sepanjang 2025 perusahaan mencatat realisasi kilometer tempuh (km tempur) sebesar 9,24 juta kilometer, turun sekitar 6,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9,91 juta kilometer.

Menurut John Pieter Sembiring, penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, terutama perubahan kebijakan operasional dari PT Transportasi Jakarta yang mewajibkan armada yang mengalami kerusakan saat beroperasi langsung dihentikan dan dikenakan sanksi, sehingga mengurangi pencapaian kilometer operasional.

Selain itu, kondisi lalu lintas Jakarta, kemacetan hingga banjir juga menjadi tantangan yang memengaruhi produktivitas armada.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, perseroan terus melakukan berbagai langkah perbaikan, di antaranya meningkatkan intensitas perawatan armada, memperketat proses rekrutmen pengemudi, memastikan seluruh armada memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM), serta memberikan pelatihan keselamatan secara berkala kepada para pengemudi.

Dalam aspek pelayanan, Steady Safe menegaskan komitmennya memenuhi seluruh ketentuan Standar Pelayanan Minimum Transjakarta, mulai dari aspek kebersihan, kesiapan teknis armada, keamanan hingga kenyamanan penumpang.

Perseroan juga terus berkoordinasi dengan PT Transportasi Jakarta terkait sejumlah penyempurnaan aturan operasional agar pelaksanaan kontrak berjalan lebih efektif serta mampu meningkatkan produktivitas armada.

Menatap masa depan, Direksi menilai prospek bisnis transportasi publik, khususnya bus listrik, sangat menjanjikan. Komitmen pemerintah dalam mendorong penggunaan transportasi rendah emisi membuka peluang besar bagi operator transportasi.

Sebagai langkah nyata, Steady Safe telah menjalin kemitraan strategis dengan tiga produsen bus listrik asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Salah satu mitra tersebut dijadwalkan melakukan uji coba operasional bersama PT Transportasi Jakarta pada Juli 2026.

Kami optimistis dapat memenuhi seluruh persyaratan apabila dilakukan penambahan kuota armada bus listrik, sekaligus memperkuat posisi Steady Safe sebagai mitra utama dalam pengoperasian transportasi publik ramah lingkungan,” ujar John Pieter Sembiring.

Menjawab pertanyaan investor mengenai prospek bisnis ke depan, manajemen menyampaikan keyakinannya bahwa sektor transportasi masih memiliki peluang pertumbuhan yang sangat besar. Peningkatan jumlah pengguna transportasi umum, pengembangan armada listrik, serta efisiensi biaya operasional dari penggunaan energi listrik diyakini akan menjadi motor pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk tahun 2026, perseroan masih memfokuskan strategi pada optimalisasi bisnis inti di sektor transportasi, peningkatan utilisasi armada, menjaga kualitas layanan, serta meningkatkan efisiensi operasional, sementara rencana diversifikasi usaha belum menjadi prioritas.

Dengan berbagai langkah tersebut, PT Steady Safe Tbk optimistis mampu memperkuat kinerja perusahaan sekaligus memberikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, berkeselamatan, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *