Jakarta, 10 Desember 2025 — PT Mitra Investindo Tbk. (MITI) menggelar Paparan Publik (Public Expose) pada Rabu (10/12/2025) di Pondok Indah Golf, Jakarta, sebagai wujud komitmen Perseroan dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi kepada pemegang saham, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam paparan tersebut, manajemen MITI menyampaikan kinerja perusahaan sepanjang tahun berjalan serta memaparkan arah strategis Perseroan dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun global. Perseroan menekankan fokus pada penguatan fundamental bisnis, optimalisasi aset, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Presiden Direktur MITI Andreas Tjahjadi, menegaskan bahwa Perseroan terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga kinerja dan keberlanjutan usaha.
PT Mitra Investindo Tbk. (MITI) menggiatkan ekspansi bisnis penghiliran pasir silika dan mengalokasikan belanja modal (capex) Rp25 miliar pada 2026. Presiden Direktur MITI Andreas Tjahjadi menyampaikan MITI menjalankan bisnis pertambangan dan penghiliran pasir silika melalui entitas usaha PT Nusantara Bina Silika (NBS).
Setelah memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi, entitas Anak NBS, yakni PT Kendawangan Berkah Kersik (KBK) saat ini tengah menyelesaikan Eksplorasi Tahap I dan bersiap memasuki proses perizinan Eksplorasi Tahap II. Adapun, dua entitas anak NBS lainnya, yakni PT Kendawangan Prima Silika (KPS) dan PT Danau Buntar Kuarsa (DBK) dalam proses pemenuhan perizinan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) Tahap Eksplorasi.
“Manajemen berharap entitas usaha dapat memulai aktivitas eksplorasi segera setelah PPKH dan RKAB Eksplorasi disetujui instansi yang berwenang. Ketiga Entitas Anak NBS terus berkomitmen memenuhi kepatuhan regulasi, termasuk pada rencana pemerintah terkait sentralisasi kewenangan perizinan pasir silika yang berlaku efektif pada 2026,”
Sebagai bagian dari rencana hilirisasi silika, MITI bersama PT Sumber Sari Rejeki, entitas anak Interra Resources Limited Plc, Singapore serta NBS telah mendirikan perusahaan patungan PT Ketapang Prima Resources (KPR) pada awal Juli 2025. Perusahaan itu bergerak dalam pengembangan kawasan industri yang akan berlokasi di Kendawangan, Kabupaten Ketapang. KPR saat ini dalam proses akselerasi proses perizinan untuk pengembangan hilirisasi silika terpadu, melalui pemenuhan kelengkapan persyaratan, studi, dan rencana pembangunan kawasan. Diharapkan dapat nantinya dapat menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terintegrasi dengan ketiga konsesi tambang entitas anak NBS.
Pengembangan hilirisasi berbasis silika melalui pengembangan industri solar panel, processing plant (high purity quarts), flat glass, dan industri turunan lainnya yang akan dikembangkan pada kawasan industri. “Proyek tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam program dekarbonisasi dan pengembangan potensi ekonomi hijau yang dapat memberikan penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi perseroan,” papar Andreas Tjahjadi.
Seiring dengan rencana pengembangan hilirisasi silika tersebut, MITI pada 2025 telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp3,8 miliar. Pada 2026, perseroan menganggarkan capex pada 2026 sebesar Rp 25 miliar untuk pengadaan tugboat dan LCT guna mendukung aktivitas transportasi dan logistik penambangan pasir silika. Ke depannya, sektor transportasi dan logistik masih menjadi tulang punggung perseroan.
Untuk menjaga pertumbuhan organik pada kedua sektor ini, MITI melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, program customer retention dengan menawarkan
harga yang bersaing kepada pelanggan tanpa mengurangi kualitas layanan dan keamanan. Layanan customer support untuk meningkatkan standar layanan terukur dalam memenuhi permintaan pelanggan. Kedua, perbaikan berkelanjutan melalui efisiensi biaya, peningkatan kompetensi karyawan dan peningkatan standar K3 agar mampu melakukan terobosan-terobosan baru di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
“Di tengah dinamika ekonomi yang menantang, MITI tetap berkomitmen menjalankan strategi bisnis yang prudent dan adaptif. Kami fokus pada efisiensi operasional, pengelolaan risiko yang terukur, serta pengembangan portofolio investasi yang memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham,” ujar Andreas Tjahjadi.
Lebih lanjut, manajemen menyampaikan bahwa MITI terus membuka peluang kerja sama dan sinergi strategis guna memperkuat posisi Perseroan di sektor investasi. Strategi jangka menengah dan panjang difokuskan pada peningkatan kinerja, penguatan struktur keuangan, serta pemanfaatan peluang pasar yang potensial.
“Transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik. Melalui paparan publik ini, kami ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami arah dan strategi Perseroan ke depan,” jelasnya.
Paparan publik ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, mencerminkan antusiasme investor dan analis terhadap prospek MITI ke depan. Perseroan optimistis dengan strategi yang telah disusun, MITI dapat menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham.
Melalui kegiatan ini, PT Mitra Investindo Tbk. menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja, transparansi, dan tata kelola perusahaan dalam rangka memperkuat daya saing dan pertumbuhan jangka panjang.














